Mayoritas Orang Dewasa Di China Ternyata Alami Kelebihan Berat Badan

Sebagian besar orang dewasa yang tinggal di Cina ternyata mengalami permasalahan kelebihan berat badan. Fakta yang cukup mengejutkan ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh komisi kesehatan nasional negara itu.

Mayoritas Orang Dewasa Di China Alami Masalah Obesitas

Tingkat obesitas yang terjadi diantara orang dewasa jika ya pasalnya juga naik bahkan lebih dari dua kali lipat dalam waktu kurang dari dua dekade dari yang tadinya 7,1% pada tahun 2002 menjadi 16,4% di tahun 2020 ini. Menurut laporan yang dipublikasikan itu 50,7% orang dewasa yang ada di Cina mengalami kelebihan berat badan dan ini juga termasuk Mereka yang mengalami permasalahan obesitas. Seperti yang kita tahu sekarang bahwa negara tersebut sekarang memiliki penduduk 1,4 miliar.

Prosentase tersebut pasalnya naik sangat tajam selama dua dekade. Pada tahun 2002 cuma 29,9% saja orang dewasa yang ada di cina yang mengalami kelebihan berat badan termasuk mereka yang mengalami permasalahan obesitas. Kemudian di tahun 2012 angka tersebut naik menjadi 42%. “ penduduk negara kami sekarang menghadapi masalah kelebihan berat badan dan obesitas. Tingkat kelebihan berat badan dan obesitas diantara penduduk di daerah perkotaan dan pedesaan dan d semua kelompok umur terus meningkat,” demikianlah ungkap dari wakil direktur kondisi kesehatan nasional, li bin, dilansir dari cnn indonesia pada hari kamis (24/12).

Kenaikan berat badan dan juga masalah obesitas pada orang dewasa yang ada di cina dikarenakan adanya perubahan besar dalam kebiasaan makan dan jaga pola makan dan itu semua juga disebabkan oleh adanya pertumbuhan ekonomi negara tersebut yang sangat pesat. Selama medio 1950 sampai dengan 1960 an kelaparan memberikan efek yang besar kepada kurang lebih 45 juta orang cina yang mati kelaparan.

Kemudian sampai 1993 masyarakat cina ngerti menggunakan kupon makanan yang mana distribusikan oleh pemerintah www.s7slot.com untuk bisa mendapatkan kebutuhan pokok seperti misalnya beras, telur, minyak, dan juga daging. Akan tetapi hari-hari di mana cina mengalami kekurangan pangan telah lama berlalu.

Perubahan Pola Makan Dan Kebiasaan Makan

Akan tetapi hari-hari di mana kekurangan pangan menjadi momok untuk cina sekarang sudah berlalu. Sekarang orang-orang yang ada di cina sangat sangat bebas untuk memakan apa saja sesuai dengan pilihan mereka karena kekayaan baru negeri tirai bambu tersebut sudah membawa makanan yang jauh lebih kaya kalori dari lebih bergizi di meja makan penduduknya. Sementara itu peningkatan daya beli di sana sudah menimbulkan masalah yang baru lagi yaitu limbah makanan.

Menurut  presiden china, xi jinping, hal itu “ mengejutkan dan juga menyedihkan.” Untuk bisa mengatasi itu semua maka pemerintah membuat rancangan undang-undang soal pencegahan pemborosan makanan dan sudah diserahkan ke badan legislatif nasional. Ada dampak buruk dari ini semua. Di sisi yang lainnya meningkatnya berat badannya juga obesitas ini menimbulkan beban yang semakin bertambah yang mana jarang sekali disadari yaitu masalah kesehatan.

Berat badan yang berlebih bisa meningkatkan risiko penyakit yang serius termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, sampai dengan stroke. “ tingkat kelebihan berat badan dan obesitas di cina telah menikah dengan cepat, dengan prevalensi yang tinggi dan juga mempengaruhi semua kelompok dalam populasi. Hal ini membawa tantangan yang sangat besar,” ungkap kepala ahli gizi di pusat pengendalian dan pencegahan penyakit saya, Zhao Wenhua.