Kondisi PM Inggris Terinfeksi Corona Dipindah dari ICU Pasca Membaik

Kabar terbaru datang dari Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris, yang dilaporkan membaik setelah ia terinfeksi virus corona. Ia diikabarkan dipindahkan dari ruang Unit Perawatan Insentif (ICU) di Rumah Sakit St. Thomas, London. “Perdana Menteri telah dipindahkan dari ICU ke ruang rawat inap, di mana kondisinya akan terus dipantau selama masa pemulihan. Beliau dalam keadaan yang sangat baik,” ungkap pernyataan kantor perdana menteri Inggris tepatnya di Downing Street, Jumat (10/4) dikutip dari CNN Indonesia.

PM Inggris dipindahkan dari ICU

Johnson yang merupakan pemimpin Partai Konservatif Inggris pasalnya dirawat tiga hari di ICU karena terinfeksi virus corona. Laki-laki 55 tahun tersebut sempat juga dibantu oksigen guna memperlancar pernapasannya. Johnson sendiri dinyatakan positif corona setelah hasil pemeriksaannya terbit tepatnya pada tanggal 27 Maret 2020 lalu. Ia juga smepat menjalani isolasi mandiri di rumah.

Kemudian ia dibawa ke rumah sakit pada 5 April 2020 lalu. Sehari setelahnya, ia dipindahkan ke ruang ICU. Kondisi PM Inggris ini dilaporkan membaik pada Rabu (8/4) kemarin. Johnson sekarang ini menghabiskan waktunya di ruang biasa setelah tiga hari dirawat di ruang ICU.

Menteri Keuangan Inggris, Rishi Sunak berkata bahwa kondisi Johnson sekarang ini mulai membaik dan tubuhnya juga sudah bisa merespons pengobatan yang diberikan oleh tim medis yang menanganinya. “Yang terbaru dari rumah sakit adalah bahwa kondisi perdana menteri saat inni masih berada di ICU dan kondisinya membaik,” ungkap Sunak masih dilansir dari CNN Indonesia kemarin Rabu (8/4).

“Dia sudah bisa duduk di tempat tidur dan merespons tim medis yang merawatnya,” imbuhnya.

Sempat Alami Kondisi Memburuk

Juru bicara Johnson, senada juga, mengatakan bahwa kondisi Johnson sekarang sudah stabil. Bahkan PM Inggris itu sudah mengalami peningkatan setelah ia mendapatkan perawatan intensif dari dokter. Padahal pada hari Senin, 6 April 2020, kondisinya sempat memburuk. Dan memasuki hari kedua, Johnson sempat menggunakan bantuan oksigen untuk bernafas.

Dan sehari sebelumnya Minggu (5/4), ia dirawat di rumah sakit setelah tes kedua yang mana dijalaninya menyatakan bahwa ia positif terinfeksi corona. Sebelumnya tanggal 27 Maret lalu dirinya menjalani isolasi mandiri di rumah karena mempunyai gejala ringan terinfeksi virus corona.

Pemerintah Inggris juga sudah mengumumkan untuk menutup wilayah (lockdown) sejak tanggal 23 Maret 2020 lalu selama 3 pekan ke depan guna menekan penularan virus ini. Data yang dikutip dari CNN Inndonesia, saat ini ada 61.474 pasien positif corona. Dan sekitar 329.329 orang sudah dinyatakan sembuh dan 88.415 lainnya meninggal.

Selama Johnson menjalani perawatan intensif ini, pemerintahan Inggris sementara dijalankan Menteri Luar Negeri Dominic Raab. “PM telah meminta Menteri Luar Negeri Dominic Raab untuk mewakili dia jika diperlukan,” begitu lah keterangan togel online hongkong kantor PM Inggris, pada Selasa (7/4) kemarin.

Pada saat Johnson dilaporkan terinfeksi virus corona, ia langsung dilarikan ke rumah sakit St. Thomas karena sempat mengalami kondisi yang memburuk tepatnya Minggu (5/4) malam waktu setempat. Pemimpin Laboratorium Biologi Sel Infeksi di Institut Francis Crick, Rupert Baele, mengatakan bahwa saat itu mereka akan memantau tanda-tanda vital Johnson seperti tingkat hirup oksigen.

Ia juga menyebutkan pihak rumah sakit bakal memeriksa darah Boris untuk melihat seperti apakah respon imunitas pada virus, dan menilai fungsi hati serta ginjalnya dan organ vital lainnya.