Ant-Man and The Wasp: Sekuel Selingan yang Menghibur

Film Ant-Man and The Wasp merupakan film garapan Marvel Studios yang tayang setelah film The Avenger:Infinity Wars. Jika dalam film sebelumnya penonton dibuat deg-degan dan penasaran, dalam film ini penonton disajikan suatu pertunjukan yang menyegarkan. Film ini bercerita mengenai Ant-Man (Scott Lang) yang menjadi tahanan rumah dua tahun setelah menolong Captain America dalam Civil War karena dianggap telah melanggar aturan. Film ini tidak menampilkan pengorbanan yang kharismatik seperti dalam film superhero lainnya, akan tetapi justru memperlihatkan mengenai hubungan dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak Ada Tokoh Sentral

Dalam film ini, tidak ada satu pun tokoh sentral yang memainkan seluruh cerita dalam film. Karakter – karakter dalam film ini saling melengkapi satu sama lainnya dengan keunikan dan kehebatan masing-masing. Salah satu adegan yang menarik yaitu ketika Hope van Dyne atau The Wasp beraksi menghajar para musuh yang mencoba menghalangi rencananya.

Cerita dalam film ini dimulai dengan Janet yang mengubah dirinya menjadi super kecil dan tersesat di quantum realm untuk menyelamatkan umat manusia pada 30 tahun sebelumnya. Dalam awal film tersebut ditampilkan sosok Hope van Dyne dan Hank Pym muda. Kemudian dilanjutkan dengan kembali pada sekarang dan menyadari bahwa ibu mereka dapat diselamatkan dengan anggapan bahwa Scott merupakan kesempatan dewa poker terbaik untuk menyelamatkan ibu mereka.

Berawal dari hal tersebut, Hank dan Hope dalam misinya mengandalkan lab milik Hank yang mempunyai teknologi quantum tunnel untuk menyelusuri quantum realm. Menariknya, di sini lab tersebut dapat berubah menjadi kecil dan dapat ditarik seperti koper. Dengan beberapa keunikan tersebut, ada beberapa pihak yang tertarik dengan lab itu, salah satunya yaitu Ghost.

Konflik mulai tampak ketika Ghost muncul dan ingin menggunakan alat percobaan Hank Pym untuk dirinya sendiri. Ghost (Ava) yang dapat membuat dirinya menjadi tidak terlihat dalam sekejap itu ingin menggunakan teknologi yang dihasilkan Hank dimana dapat menelusuri quantum realm untuk kepentingan pribadinya. Sehingga dalam hal ini Scott kembali merubah wujudnya ke dalam bentuk Ant-Man untuk membantu Hank dan Hope.

Humor, Superhero, Dan Hubungan Keluarga Yang Jadi Satu

Menonton film animasi Ant-Man ini memberikan kesegaran dari film Marvel sebelumnya. Di saat film Marvel lainnya menampilkan plot yang menegangkan, film ini hadir dengan nuansa yang diberi humor sehingga membuat penonton merasa segar dan lega saat menonton karena tidak dipenuhi dengan adegan-adegan yang menegangkan. Selain itu, film ini mengajak penonton untuk kembali ke masa MCU dimana pada masa itu hal yang paling menakutkan adalah ditangkap oleh pihak berwajib karena telah terbukti melakukan pelanggaran aturan dan hukum.

Selain itu, dalam film ini disajikan humor-humor menggelitik ala Marvel yang tetap mencirikan khas dari film tersebut. Salah satu contohnya yaitu tentang chemistry yang ada antara Luis dan Scott yang menggemaskan, ataupun mengenai bagaimana perilaku superior Hank yang terhadap Scott. Ditambah lagi, film ini juga dimasukkan unsur drama yang penuh dengan emosi, seperti salah satunya mengenai latar belakang Ghost.

Film Tunggal Yang Utuh

Film ini merupakan film tunggal yang survive ketika banyak penonton Marvel yang tergila-gila pada tokoh-tokoh yang dihadirkan dalam film The Avengers: Infinity Wars. Alur cerita yang berbeda dan mempunyai humor-humor ala Marvel membuat film ini menarik dan dapat menghibur penonton dengan caranya sendiri. Meskipun dalam film ini hampir seluruhnya dipenuhi dengan bahasa ilmiah yang otomatis banyak penonton yang tidak paham akan istilah-istilah tersebut, film ini dapat membawa penonton untuk menikmatinya dengan dialog-dialog yang mencirikan tiap-tiap karakter yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *